ventilator-itb

139 Ventilator Portabel Indonesia Dibagikan Gratis ke Rumah Sakit

TEMPO.CO, Jakarta – Pembuat Ventilator Portabel Indonesia (Vent-I) membagikan 139 unit ventilator itu secara gratis ke berbagai rumah sakit. Anggota tim, Hari Tjahjono, mengatakan para donator membiayai mesin alat bantu pernapasan bagi pasien Covid-19. “Itu juga baru sebagian, total yang akan dibagi gratis sekitar 800 unit,” katanya Senin, 22 Juni 2020.

Rumah sakit yang menerima Vent-I itu, di antaranya Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin, RS Al Islam, RS Advent, RS Melinda di wilayah Bandung. Sementara di DKI Jakarta seperti Wisma Atlet, RS Persahabatan, RS Suliyanti Saroso. Beberapa rumah sakit lain seperti RSUD Tuban, Blora, RS Pertamina di Cilacap, RSAI A. Yani di Surabaya, RSUD Nganjuk dan Kediri.

Rumah sakit di Jawa Timur sementara ini totalnya sudah kebagian 47 unit, Jawa Barat 44 unit, DKI Jakarta (20), Jawa Tengah (15), Banten (4), Sumatera Utara (3), sementara Yogyakarta, Lampung, dan Kalimantan Timur masing-masing dua unit Vent-I.

Vent-I merupakan alat bantu pernapasan bagi pasien yang masih dapat bernapas sendiri, bukan pasien unit perawatan intensif (ICU). Alatnya dirancang supaya mudah digunakan dokter dan perawat.

Akhir pekan lalu tim Vent-I menyerahkan alatnya ke Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di kantornya, Jumat 19 Juni 2020.

Berbeda varian, Vent-I merupakan ventilator hasil kolaborasi dosen dan peneliti di Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, dan Yayasan Pembina Masjid Salman ITB. “Donasi alat berasal dari masyarakat, lembaga negara, BUMN dan perusahaan swasta,” kata Syarif Hidayat, penggagas Vent-I.

Menurutnya, untuk produksi non-donasi atau komersial, proses industrinya dilaksanakan oleh PT. Rekacipta Inovasi ITB (PT RII) yang bekerja sama dengan ITB, BUMN, dan swasta. Sebelumnya, Vent-I telah dinyatakan lolos uji produk oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 21 April 2020.

Vent-I yang berfungsi utama CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dinyatakan lolos uji untuk semua kriteria uji sesuai dengan standar SNI IEC 60601-1:204: Persyaratan Umum Keselamatan Dasar dan Kinerja Esensial, Rapidly Manufactured CPAP Systems, Document CPAP 001, Specification, MHRA, 2020.

sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *